Setelah kembali memenangkan pertandingan ke 4 penyisihan group piala AFF,timnas U 19 Indonesia dipastikan lolos ke babak selanjutnya. Anak asuh Indra Sjafri menjadi satu satunya team yang berhasil meraih point penuh disetiap pertandingan. Akan tetapi Indra Sjafri mengakui masih ada kekurangan yang harus segera diperbaiki,terutama di lini serang timnas U 19. Hal ini sempat memberikan tekanan kepada team karena kalah dalam soal jumlah agregat goal. Kalau saja pada pertandingan hari ini melawan Vietnam U19 kalah,maka peluang untuk lolos semakin kecil karena kalah agregat goal dari Vietnam dan juga Thailand.

Timnas U19 Indonesia selalu menampilkan pertandingan yang menarik. Kecepatan,tensi permainan yang tinggi,atraksi skill individu pemain,sampai kecepatan yang tinggi selalu ditunjukan disetiap pertandingan. Akan tetapi mengenai ketajaman penyerangan dan juga sentuhan akhir,masih saja dikeluhkan oleh team pelatih. Sepertinya hal itu menjadi kendala di persepakbolaan Indonesia. Setelah era Bambang Pamungkas,Indonesia belum memiliki penyerang yang produktif. Terlebih timnas U 19 masih bermain tanpa seorang gelandang penyerang andalan yaitu Egy Maulana Vikri yang masih harus berlatih dengan team barunya. Egy diperbolehkan membela timnas kalau timnas lolos sampai babak selanjutnya.


Dengan masuknya Egy di pertandingan selanjutnya,diharapkan produktifitas goal akan semakin membaik.Terlebih seharusnya sekarang Egy sudah mendapatkan pengalaman dan ilmu tentang sepakbola yang lebih dari team barunya.

Egy memang salah satu pemain yang diharapkan akan menjadi pemain berkualitas dikemudian hari. Tidak hanya Lecia Gdanks saja yang tertarik dengan bakat Egy,bahkan sampai pelatih timnas senior dan U23 Luis Mila pun menaruh harapan kepada Egy. Untuk itulah Egy dimasukan kedalam squad timnas U23. Walaupun sangat jarang dimainkan oleh Luis Mila,akan tetapi sangat kentara terlihat bahwa Luis Mila sangat ingin memberikan pelajaran langsung kepada Egy melalui TC dan latihan rutin timnas U23.